Review the Stages of economic Growth

Keterangan Gambar : the Stages of economic Growth oleh W.W Rostow


Review oleh Mahasiswa S2 Ilmu politik dan pemerintahan UGM

Azka Abdi Amrurobbi (NIM : 19/449237/PSP/06784) 
Ferdana Femiliona (NIM : 19/449224/PSP/06791)
 

Pertumbuhan Ekonomi menurut Rostow
Menurut Rostow, pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan masyarakat, yaitu perubahan politik, struktur sosial, nilai sosial, dan struktur kegiatan perekonomiannya.
Teori Walt Withman Rostow didasarkan pada pengalaman pembangunan yang telah dialami oleh negara-negrara maju seperti Eropa. Dengan mengamati proses pembangunan di negara-negara Eropa dari mulai abad pertengahan hingga abad modern maka kemudian Rostow memformulasikan pola pembangunan yang akan menjadi tahap-tahap evolusi dari suatu perkembangan ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara tersebut. Rostow berpendapat bahwa prasyarat untuk berkembangnya suatu negara ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi. 
Teori Tahap pertumbuhan ekonomi yang dijelaskan oleh WW Rostow ini merupakan penjelas dari teori yang sebelumnya telah di jelaskan oleh Seymour Martin Lipset. Lipset menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Political Man: The social bases of politics bahwa ekonomi merupakan basis sosial politik yang dapat mempengaruhi perkembangan suatu negara. (Lipset, 1960)
WW Rostow membagi proses pembangunan ekonomi suatu negara menjadi lima tahap, yaitu:
1.    Tahap Perekonomian Tradisional
Pada tahap ini, masyarakat tradisional sudah berfikir secara kreatif dan inovatif tetapi cara masyarakat untuk memproduksi masih terbatas dengan pengetahuan dan alat-alat atau teknologi. Mereka masih berfikir sesuai dengan kebiasaan yang sudah berlaku turun temurun atau dengan cara-cara tradisional. 
Pusat kekuatan politik ada dipemilik tanah yang ada didaerah-daerah meskipun bertentangan dengan tentara dan pegawai yang menjalankan otoritas dari pemerintah pusat. Struktur sosial masyarakat masih hierarkis sehingga mobilitas vertical (kedudukan) sangat kecil. Nasib atau status sosial masyarakat tidak akan berbeda jauh dengan nenek moyang atau pendahulunya, jadi yang dahulu nenek moyangnya buruh akan tidak jauh beda keturunannya menjadi buruh.

2.    Tahap Prakondisi Tinggal Landas
Tahap ini merupakan tahap transisi dari masyarakat tradisional yang awalnya fokus ke agraris atau pertanian menuju masyarakat indistrualis dimana saling berbagi ilmu pengetahuan dan informasi. 
Tahapan ini diciptakan oleh negara negara eropa barat seperti Inggris melalui revolusi industri yang merambah secara radikal dimasyarakat.
Pra-syarat industrialis berkelanjutan membutuhkan perubahan radikal seperti: 
a.    Membuka selebar-lebarnya investasi khususnya transportasi
Jadi sumber daya alam dapat di ekploitasi secara produktif, tapi pemerintah nasional bisa secara efektif mempengaruhi seperti transportasi , lembaga keuangan dan lain-lain.
b.    Revolusi teknologi dibidang pertanian
Produktifitas dibidang pertanian bertujuan untuk memenuhi permintaan masyarakat kota yang berkembang
c.    Ekspansi impor atau perdagangan
Dengan ekspansi impor maka memungkinkan wilayah atau negara yang kurang maju untuk meningkatkan pasokan peralatan  dan bahan baku yang tidak dapat mereka suplay sendiri
Pada tahap ini pemerintah harus mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menerima hal baru tanpa adanya konflik atau secara damai. Jika pemerintah tidak focus pada ketiga prasyarat diatas maka tahap prasyarat lepas landas akan tertunda atau lambat.

3.    Tahap Tinggal Landas
Take off atau lepas landas terdiri dari pencapaian pertumbuhan cepat dalam kelompok sektor terbatas, dimana teknik industri modern diterapkan. Pada tahap ini tiga sektor prasyarat tidak hanya dipertahankan, tetapi menambah kelompok-kelompok seperti pengusaha atau wiraswasta dan karyawan. Selain itu sumber modal atau investasi harus dilembagakan secara pasti seperti Bank atau lembaga-lembaga keuangan. Ciri negara yang sudah mencapai lepas landas:
a.    Tingkat investasi bersih tahunan naik setidaknya 10%
b.    Sudah terlihat kemenangan sosial, politik dan budaya bagi yang memodernisasi ekonomi daripada mereka yang akan berpegang teguh pada masyarakat tradisional. 

4.    Tahap Menuju Kedewasaan
Tahap menuju kedewasaan merupakan periode ketika masyarakat telah secara efektif menerapkan berbagai teknologi modern untuk sebagian besar sumber daya ekonominya. Ketika masyarakat sudah menuju kematangan teknologi maka akan ada beberapa hal:
a.    Dalam menuju kedewasaan atau maturity, pemerintah memfasilitasi atau melakukan kebijakan untuk melakukan investasi , jadi maturity tidak hanya ditentukan oleh kumpulan teknologi dan sumber daya. 
b.    Struktur dan kualitas tenaga kerja berubah 
Orientasi tenaga kerja berubah dari yang awalnya fokus kepada sektor pertanian berubah fokus ke sektor industri.
c.    Pekerja  semi terampil dan professional meningkat populasinya diperkotaan
d.    Populasi dipedesaan dan bidang pertanian menurun
e.    Perubahan watak pemimpin industry/pengusaha yang lebih kreatif agar mendatangkan invesatsi dan modal sebesar besarnya sehingga bisa memperluas sektor-sektor mereka. Dengan kata lain, hasil kerja dapat diperoleh secara maksimal.

5.    Tahap Konsumsi Masa Tinggi
Tahap konsumsi masa tinggi merupakan tahap terakhir dari teori pembangunan ekonomi WW Rostow. Pada tahap ini pula adanya pergeseran perilaku ekonomi yang tadinya menitikberatkan pada produksi, kini berubah pada hal konsumi. Selain itu, orang-orang telah berfikir bahwa kesejahteraan bukan didapat dengan sebanyak mungkin mereka memproduksi, tapi lebih dari itu mereka memandang kesejahteraan dalam arti yang luas seperti menikmati hasil produksi dari tahap-tahap sebelumnya. 
Salah satu efek dari tingak konsumsi yang tinggi, meningkatnya daya beli yang bukan primer dan sekunder, tapi yang tersier. Ketika permintaan meningkat maka berpengaruh kepada kinerja pemerintah. Dengan banyaknya permintaan, maka pemerintah juga harus siap untuk memfasilitasi. 

Kritik terhadap Marxisme
Rostow merupakan seorang yang sangat mengkritik pandangan Karl Marx yang beranggapan bahwa kesejahteraan akan hadir apabila terwujudnya masyarakat tanpa kelas, semua alat produksi dikuasai oleh negara, sehingga masyarakat pendapatannya ditentukan atau disamaratakan oleh negara. Namun Rostow berpendapat bahwa orang harus bersaing dan berusaha untuk mencapai masyarakat yang konsumtif yang akan mengakibatkan tingginya persaingan ekonomi.

Penerapan teori Rostow di Indonesia pada masa orde baru
Repelita atau Rencana Pembangunan Lima tahun adalah program yang dibuat oleh pemerintah pada masa orde baru dengan tujuan untuk meningkatkan stabilitas nasional, pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. 
Penerapan repelita ini menggambarkan dengan sangat jelas bahwa pemerintah Indonesia pada saat itu menggunakan resep modernisasi yang digambarkan oleh rostow diatas. Beberapa poin yang diaplikasikan yaitu percaya akan perlunya investasi, perlunya stabilitas nasional untuk mendatangkan investor , membutuhkan industry perekonomian baru yang diasumsikan akan menimbulkan efek – efek baru yang dapat menciptakan pemerataan pembangunan di Indonesia.

Kritik atas Tahapan pertumbuhan ekonomi Rostow
Dalam hal ini kami memberikan kritik atas teori yang disampaikan WW Rostow bahwa : 
1.    Rostow tidak menjelaskan secara spesifik apakah ada nilai nilai lain seperti social, budaya, agama yang mempengaruhi tahapan pertumbuhan ekonomi.
2.    Rostow tidak menjelaskan pendidikan formal dapat berpengaruh pada tahapan pertumbuhan ekonomi. Rostow hanya menjelaskan tentang ilmu pengetahuan dan informasi , tapi tidak secara spesifik membahas pendidikan formal.
Kesimpulan dari Review tahapan pertumbuhan ekonomi WW Rostwo
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa terdapat 5 tahap proses pertumbuhan ekonomi menurut WW Rostow. Rostow melengkapi pembahasan pertumbuhan ekonomi yang telah dijelaskan oeh Lipset. Hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan demokrasi yaitu, pertumbuhan ekonomi lahir akibat adanya “kebebasan” industri dan demokrasi menghendaki adanya sebuah kebebasan. Masyarakat dibebaskan untuk memproduksi, berinofasi, bersaingan, dan menentukan nasib ekonominya. Selain itu, demokrasi akan berjalan dengan baik apabila ekonomi masyarakat telah memenuhi kebutuhannya. Maksudnya, masyarakat sudah dapat memikirkan demokrasi dan masa depan negara.
Selain itu Rostow juga beranggapan bahwa tidak mungkin sebuah negara yang telah mencapai tahapan pertumbuhan ekonomi tertentu akan mundur ketahapan sebelumnya. Jadi, tahapan pertumbuhan ekonomi suatu negara hanya akan stagnan ditahapan pertumbuhan ekonomi tersebut atau akan berkembang ke tahapan selanjutnya baik secara lambat atau cepat.  


References
Lipset, S. M. (1960). Politic man : the social bases of politics . New York: Anchor Books.
Rostow, W. W. (1962). The Stages of Economic Growth : A Non-Communist Manifesto. Cambridge: Cambridge University Press.

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.