Review Electoral malpractice Bab 6

Manipulasi Administrasi Pemilihan
oleh : Siti Fadhilah

Sarah Birch menguraikan faktor-faktor yang berhubungan dengan bentuk paling berisiko dan paling terang-terangan penyalahgunaan pemilihan yaitu manipulasi administrasi pemilu. Pertama, membahas review dari konsep kesalahan pemilihan sebelumnya. Kedua, menggunakan indeks malpraktek pemilihan (IEM) untuk melakukan analisis berbagai jenis pelanggaran pemilu pada umumnya, serta dua bentuk-bentuk khusus dari kesalahan yang mendapat perhatian khusus seperti manipulasi prosedur pendaftaran pemilu dan manipulasi penghitungan suara/ tabulasi. 
Selanjutnya, mempertimbangkan peran sentral EMB dalam menjaga kualitas perilaku pemilihan, dan menyelidiki aspek desain EMB yang berkaitan dengan terselenggaranya pemilihan yang berkualitas tinggi. 
A.    Konsep dan Temuan pada Penelitian Sebelumnya
Manipulasi administrasi pemilu adalah bentuk malpraktik pemilu yang paling jauh dan paling beresiko. Dua aspek malpraktek pemilu yang beresiko yaitu pemungutan suara dan aspek lain dari proses pemilihan, serta sejumlah besar orang yang terlibat. Contoh terkenal berdasarkan penelitian sebelumnya adalah pemberontakan pemilihan di Serbia di 2000, Georgia di 2003, Ukraina pada tahun 2004. Kenya pada tahun 2007 dan Iran pada tahun 2009. Pihak utama dari kesalahan pemilihan sebagaimana yang dipahami di sini adalah aparat administrasi pemilu, 
B.    Kualitas Pemilu 
Kualitas pemilu terkait dengan administrasi pemilu yang tidak terlepas dari aspek-aspek lain dari perilaku pemilu. Manipulasi administrasi pemilu berkaitan erat dengan kedua variabel yang terkait dengan hubungan patronase (korupsi, ketidakadilan, dan urbanisasi) dan yang berhubungan dengan masyarakat sipil. Kedua bentuk manipulasi adminstrasi pemilu juga membutuhkan keterlibatan langsung dari staf administrasi pemilu, yang mengkompilasi register dan laporan jumlah suara. 
C.    Independensi EMB
Rafael Lopes Pintor (2000) menyediakan tipologi yang berguna yang membedakan antara tiga luas pendekatan untuk administrasi pemilu: 
1.    dijalankan oleh pemerintah 
2.    dijalankan oleh pemerintah tetapi tunduk pada pengawasan dan supervisi oleh sebuah badan independen,
3.    dijalankan oleh komisi pemilihan umum (independen).
International IDEA membedakan badan pelaksana pemilu atas dasar modus pengangkatan anggota mereka : 
1.    Dipilih secara non-partisan untuk keahlian profesional mereka
2.    Peran Partai dalam pengangkatan anggota EMB.
Kebanyakan ahli mengakui bahwa komisi pemilu yang dipilih secara partisan mampu melaksanakan tugasnya dengan cara yang non-partisan professional. Secara garis besar, kualitas manajemen pemilu mempunyai relevansi yang lebih besar dalam demokratisasi. Dari beberapa penelitian diharapkan negara dengan komisi pemilihan formal independen memiliki perilaku politik yang lebih baik daripada mereka yang pemilihannya dilakukan oleh cabang pemerintah. Selanjutnya, ada dua pendekatan konseptual yang berbeda untuk memastikan de facto independensi dan imparsialitas EMB, yaitu : model 'ombudsman' dan model check and balance.
Perkembangan terbaru database IDEA menjelaskan bahwa EMB dikategorikan menjadi tiga model yaitu model Independen, model pemerintah, dan model campuran. Dimana model Independen mendominasi di banyak negara, disusul dengan model pemerintah lalu yang terakhir model campuran.


STUDI KASUS: PEMILIHAN PRESIDEN UKRAINA 2004
Pemilihan presiden Ukraina 2004 niscaya akan hidup dalam sejarah pemilu sebagai salah satu peristiwa pemilu yang paling dramatis dan heroik dari periode pasca perang dingin dan paling kotor dalam singkat sejarah Ukraina. Faktanya, banyak protes yang akhirnya mengakibatkan penyelenggaraan pemilu ulang dan memenangkan oposisi. 
Pemilihan itu diperebutkan oleh 24 kandidat, yang paling menonjol adalah perdana menteri dan mantan Gubernur wilayah  Yanukovych (anak didik pro-Rusia presiden Kuchma) yang cenderung otoriter, dan pemimpin oposisi Yushchenko.
a.    Putaran I : tidak ada yg lebih dari 50 % suara sehingga Yakunovych dan Yushchenko (dua peringkat tertinggi) maju ke putaran II
b.    Putaran II : dimenangkan oleh Yakunovych, namun Yushchenko menilai ada kecurangan akhirnya Yushchenko mengajukan gugatan ke MA untuk membatalkan suara di beberapa daerah.
c.    Pemilihan ulang : Yushchenko menang.
Hal-hal terkait dugaan manipulasi pada Pemilu Presiden Ukraina 2004:
A.    Otoritas Independensi Pemilu

Ada banyak indikasi bahwa komisi pemilu di semua tingkatan bertindak dengan cara yang dikompromikan terkait independensi dan imparsialitas mereka. Termasuk CEC (partai) yang dipilih oleh presiden kemudian disetujui oleh TECs (komisi pemilihan teritorial) dan PSC (komite stasiun polling) yang dibentuk dari nominasi partisan. Masing-masing calon presiden berhak mencalonkan dua anggota. Andrew Wilson mengklaim bahwa ketentuan ini dimanfaatkan oleh kubu Yakunovych dengan merekayasa koalisi hingga 13 dari 24 kandidat.
Hasil pemantauan OSCE mengklaim bahwa kinerja CEC kurang transparan, TECs di Sembilan daerah disalahgunakan dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum dan ratusan anggota diberhentikan dari oposisi dan dinominasikan menjadi anggota PSC.
Pada putaran 1, pengamat melaporkan kehadiran tidak wajar, mulai dari ketidakhardiran tanpa alasan yang jelas sampai dengan intimidasi kotor dan campur tangan dalam proses pemilihan oleh staf non pemilu.
Komite Ukraina memperkirakan bahwa sepertiga dari layanan sipil Ukraina terlibat dalam penipuan termasuk 4 gubernur daerah yang dipecat oleh presiden Kuchma antara putaran pertama dan putaran kedua  ketika suara Yakunovych di wilayah mereka tidak mencapai tingkat yang diharapkan.
B.    Pendaftaran Pemilih 
Ada tuduhan bahwa Komite Pemilihan Ukraina memanipulasi daftar pemilih dengan menghapus 10 persen nama yang termasuk dalam daftar pemilih, ada juga bukti kesalahan dalam daftar pemilih dari misi pemantauan pemilu internasional yang mencatat bahwa setelah putaran pertama ada pengakuan bahwa daftar pemilih tidak akurat.
C.    Pemungutan Suara
Ketentuan absen pada saat voting banyak disalahgunakan, salah satunya adalah kondisi dimana memungkinkan pemilih yang berada jauh dari rumahnya mengajukan hak untuk suara di konstituen lain, yang memungkinkan mereka memilih dimana saja. Ketentuan ini diduga dimanfaatkan oleh pemilih yang melakukan perjalanan dari TPS ke TPS, mereka diorganisir untuk mencoblos beberapa kali. Ada juga yang menyalahgunakan kotak suara bergerak. Di beberapa daerah, banyak laporan ada phak yang membuang kotak suara bergerak yang yang rancang untuk dibawa ke rumah bagi pemilih yang sakit.

D.    Penghitungan Suara dan Tabulasi Suara
Manipulasi administrasi diklaim sangat terang-terangan pada saat penghitungan dan tabulasi suara, pemerintahan presiden turun tangan langsung untuk mengubah hasil pemilu selama proses tabulasi. Ada tim rahasia yang dibentuk dalam pemerintahan presiden untuk mencegat hasil melalui kabel serat optic sebelum mereka sampai ke CEC. Presiden telah melakukan hitungan paralel yang berbeda dengan hitungan CEC. Selain itu, ada bukti juga yang mengarah pada pembayaran kepada staf pemilu yang membantu menjalankan operasi itu, dan ada bukti pita rekaman yang mendokumentasikan operasi.  
E.    Ajudikasi Sengketa Pemilu
CEC dituduh gagal dalam menyelesaikan keluhan yang ada. Pada putaran pertama, indikasi manipulasi dilakukan oleh pihak-pihak untuk lanjut pada putaran kedua, sedangkan pada putaran kedua manipulasi dan penipuan makin terlihat. Hal ini dikuatkan dengan adanya penggunaan sumber daya dan control sosial oleh pihak penguasa pada saat itu yaitu Yakunovych dan dugaan manipulasi administrasi yang signifikan. Kemudian Yuschenko mengajukan ajudikasi kepada Mahkamah Agung guna memerintahkan dilakukannya pemilu ulang. 
Singkatnya, manipulasi administrasi pada putaran I terlihat secara terang-terangan pada pemungutan suara, penghitungan dan tabulasi suara. Sedangkan pada putaran kedua, penipuan dilakukan dengan memanipulasi dan memengaruhi orang terhadap hasil dari pertarungan (melalui proses ajudikasi).
KESIMPULAN
Studi kasus pemilihan presiden di Ukraina menegaskan pemahaman atas manipulasi administrasi pemilu sebagai upaya terakhir untuk memenangkan pemilu melalui jalur yang curang yang dilakukan ketika cara-cara lain untuk memanipulasi pemilu tidak lagi berhasil.
Menurut dugaan, independensi EMB akan paling kondusif bagi pemeliharaan standar integritas pemilu. Namun variable ini tidak terbukti signifikan jika dibandingkan dengan cara penunjukan anggota EMB. Cara penunjukkan anggota EMB sangat mempengaruhi cara kerja mereka. Seperti contoh jika anggota EMB berasal dari partai politik maka akan mempengaruhi independensi EMB dan besar kemungkinan manipulasi pemilu dilakukan daripada jika EMB dibentuk oleh para ahli yang berkompeten. Secara keseluruhan, model “ombudsman” lebih sedikit lebih baik daripada model “check and balance”, prosedur pengangkatan lebih penting dalam menentukan kinerja mereka.
 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.