Review Electoral malpractice Bab 2

Chapter 2 ( Typologies and Measurements of electoral malpractice )
by Devi Septariani

Pembahasan dalam bab ini,  berkaitan dengan klasifikasi – klasifikasi malpraktek pemilu secara umum. Dengan mempertimbangkan serangkaian strategi penelitian dan penggunaan sumber data untuk menganalisis malpraktek dari jenis yang diidentifikasi. 
Bab 2 ini akan memetakan bidang-bidang malpraktek berdasarkan perspektif penelitian, mengidentifikasi apa yang perlu dipelajari dan instrument apa yang bisa digunakan untuk mempelajarinya. 
Ada tiga bagian utama dari bab ini yaitu :
1.    Membuat sketsa klasifikasian malpraktek pemilu;
2.    Membuat strategi penelitan dan sumber data untuk studi malpraktek pemilu;
3.    Mendeskripsikan data terbaru yang nantinya disebut Indeks Malpraktek Pemilihan.

1.    Sketsa Klasifikasi Malpraktek Pemilu
Menurut Sarah Birch, malpraktek pemilu secara umum bisa dipahami dalam tiga bentuk kategori yang dibedakan menurut objeknya yang bisa terjadi dalam setiap tahapan proses pemilu. Kategori tersebut adalah :
a.    Manipulation of election legal framework
Adalah manipulasi terhadap peraturan perundang-undangan yang mengatur pemilu. Peyimpangan ini terjadi sebelum pemilu dilaksanakan atau pre- election manipulation

b.    Manipulation of vote choice 
Adalah manipulasi terhadap suara pemilih  yang bertujuan untuk mengarahkan atau mengubah pilihan pemilih dengan cara yang bersifat manipulatif. Penyimpangan ini terjadi mulai dari tahapan awal pemilu sampai sesaat sebelum pemberian suara atau  mid-election period
Ada dua kategori dalam manipulasi ini yaitu : 
•    Penyalahgunaan yang murni berasal dari pemilih. Terdiri dari lima tipe yaitu (a) penyimpangan berita, (b) penyalahgunaan sumber daya yang berasal dari negara selama kampanye, (c) pelanggaran terhadap aturan dana kampanye, (d) kecurangan dalam kampanye dan (e) adanya intimidasi dari kandidat.
•    Penyalahgunaan pengaruh atau wewenan. Terdiri dari dua hal yaitu pemberian reward dan punishment (Carrots and sticks). Pemilih dapat didorong untuk bertindak dengan cara tertentu. Alternatifnya, cara-cara paksaan dapat digunakan untuk mengancam atau mengintimidasi pemilih agar berperilaku sesuai yang diinginkan kandidat. Dalam beberapa kasus, pemilih dibujuk untuk memberikan suara yang bukan berasal dari keinginan mereka untuk kemudian diberikan imbalan. Contoh nya seperti pembelian suara dan pemaksaan terhadap pemilih/intimidasi

c.    Manipulation of administration 
Adalag anipulasi terhadap proses pemungutan dan penghitungan suara hingga, rekapitulasi hasil penghitungan suara hingga pengumuman hasil pemilu. Contohnya seperti : menghalangi akses surat suara oleh calon potensial, manipulasi registrasi pemilih, gagal dalam mengatur jalanya pemungutan suara, manipulasi dalam pemungutan suara, manipulasi terhadap penghitungan dan rekapitulasi suara, salah dalam melaporkan hasil pemungutan suara atau alokasi kursi dan maladministrasi terkait ajudikasi sengketa hukum terkait pemilu.

2.    Membuat strategi penelitan dan sumber data untuk studi malpraktek pemilu

Data-data yang digunakan dalam studi malpraktek pemilu pada dasarnya sudah diuji menggunakan data empiris baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Data yang digunakan pada penelitian kuantitatif dapat berdasarkan pada pengamatan, termasuk temuan oleh pengamat pemilu, pendapat ahli, atau pendapat dari masyarakat,atau dari catatan resmi seperti complain, tuntutan hukum, atau tuduhan-tuduhan terkait pemilu. 
Metode-metode di atas memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri ,namun tidak satupun cocok untuk analisis perbandingan karena data-data yang digunakan mengandalkan data-data  yang dihasilkan dari legal sistem yang variasinya dari negara ke negara. Atau metode-metode tersebut hanya dirancang untuk mengidentifikasi penyimpangan-penyimpangan tertentu saja. Metode lain yang juga digunakan adalah data hasil survey. 

3.     Indeks Malpraktek Pemilihan (IEM)
IEM didesain secara khusus untuk mengukur jenis-jenis malpraktek pemilu.
1.    Mengukur manipulation legal framework
Cara mengukurnya adalah dengan secara keseluruhan mengevaluasi kerangka hukum pemilu dan  mengacu pada standar internasional. 
2.    Manipulasi hak pilih suara, indikatornya adalah :
•    Peliputan media 
•    Penyalahgunaan sumber daya
•    Jual beli suara
•    Intimidasi atau halangan dalam memberikan suara
•    Intimidasi dari kandidat
3.    Manipulasi administrasi pemilu, indikatornya adalah :
•    Independensi otoritas pemilihan
•    Kontestasi
•    Registrasi pemilih
•    Pengaturan pemungutan suara
•    Pemungutan suara
•    Penghitungan dan rekapitulasi hasil penghitungan suara
•    Ajudikasi sengketa pemilu
•    Akses pengamat pemilu
•    Penilaian keseluruhan dalam pemilu

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.