Review Capitalism, Socialism and Democracy

Keterangan Gambar : Capitalism, Socialism and Democracy oleh scumpeter


Review oleh Mahasiswa S2 ilmu politik dan pemerintahan UGM

Francisca Mega Lestari
Dirlham Mustafa
Muhammad Yassir Qorib

Kehidupan dan Pemikiran Joseph A. Schumpeter

Review kali ini diawali dengan sebuah pertanyaan siapakah Joseph Alois Schumpeter? Schumpeter yang bernama pangjang “Joseph Alois Schumpeter”. Dia adalah seorang ekonom Amerika Austria dan ilmuwan teori politik yang sangat terkenal dengan beberapa istilah di bidang ekonomi dan politik. Jasanya yang sangat besar terhadap pemikiran ekonomi menjadikanyasalah satu ekonomi paling berpengaruh di abad ke-20. Lahir di Ceko pada tanggal 8 Februari 1883, pada usia 10 tahun dia dan ibunya pindah ke Wina Austria setelah ayahnya meninggal dunia. Karir awal Schumpeter dimulai sebagai mahasiswa jurusan hukum di University of Vienna. Selama 67 tahun hidupnya beberapa posisi penting baik sebagai akademisi, praktisi di bidang keuangan sampai jabatan politik sebagai Menteri Keuangan pernah dijabatnya. Berikut adalah daftar riwayat karir Schumpeter :

  1. Tahun 1909, ia menjadi profesor ekonomi dan pemerintahan di University of Czernowitz.
  2. Tahun 1911, ia bergabung di University of Graz.
  3. Tahun 1919, ia menjabat sebentar sebagai Menteri Keuangan Austria.
  4. Tahun 1920-1924, ia menjadi presiden bank swasta Biedermann Bank.
  5. Tahun 1924, ia mengundurkan diri karena saat itu bank mengalami kebangkrutan.
  6. Dari tahun 1925 sampai 1932 di University of Bonn, Jerman.
  7. Kemudian, ia mengajar di Harvard pada 1927-1928 dan 1930.
  8. Pada tahun 1931 ia menjadi profesor tamu di Tokyo College of Commerce.
  9. Tahun 1932 ia pindah ke Amerika Serikat, dan pada tahun 1939 ia menjadi warga negara Amerika Serikat.  

Selain memiliki jejak karir yang mengantarkanya sebagai seorang ekonom dan ahli teori politik, ada beberapa karya buku yang dihasilkan oleh Schumpeter yang menunjukan pandangannya terkait beberapa isu ekonomi dan politik di masa nya seperti berikut :

  1. The Theory of Economic Development

Faktor penting dalam perkembangan ekonomi adalah wiraswasta dan innovator.

  1. Business Cycles

Melahirkan pengelompokan siklus ekonomi berdasarkan durasi waktu, dan ada fase dari masing-masing siklus tersebut.

  1. Capitalism, Sosialism, and Democracy

Walaupun sebagai seorang pengagum kapitalisme, namun disini Schumpeter menyampaikan pandangan nya bahwa kelak sosialisme lah yang paling mampu hidup beriringan dengan demokrasi. Hal ini disebabkan semakin kapitalisme berkembang dia akan dihancurkan oleh factor-faktor social didalamnya.

 

Pemikiran-pemikiran Schumpeter

Tentang Demokrasi

Konsep doktrin klasik demokrasi pada abad ke 18 mengenal istilah “ The Common Good and The Will of People” yang dapat diartikan bahwa kehendak rakyat sebagai penggerak utama demokrasi sehingga kepemimpinan yang dihasilkan tidaklah menjadi penting dan hanya akan bersikap pasif karena hanya menjalankan kehendak rakyat.

Konsep inilah yang dikritik oleh Schumpeter, menurutnya konsep doktrin klasik tidak mudah untuk di implementasikan karena kepentingan kelompok individu yang satu dengan kelompok individu yang lain berbeda. Konsep doktrin klasik demokrasi hanya merupakan sebuah harapan ideal yang jauh dari realita politik yang ada. Berawal dari kritik inilah kemudian Schumpeter menawarkan pemahaman lain tentang demokrasi, Ia mengatakan “the democratic method is that institutional arrangement for arriving at political decisions in which individuals acquire the power to decide by means of a competitive struggle for the people’s vote”(Ibid: 09). Metode demokrasi adalah bagaimana tatanan kelembagaan agar mencapai keputusan politik dimana individu-individu memiliki kekuatan untuk membuat keputusan melalui perjuangan kompetisi dalam memperoleh suara rakyat. Dapat disimpulkan bahwa deinisi demokrasi menurut Schumpeter adalah prosedur mendapatkan kekuasaan melaui pemilihan umum. Definisi inilah yang kemudian dikenal sebagai demokrasi prosedural. Demokrasi prosedural Schumpeter menganut asas bebas yang artinya bebas untuk memilih dan bebas untuk dipilih.

Membicarakan demokrasi sebagai sebuah sistem politik sering dikaitkan dengan sistem ekonomi dimana demokrasi tersebut hidup, apakah demokrasi lebih mungkin hidup dalam system ekonomi kapitalisme atau sosialis. Dalam buku Capitalism, Sosialism, and Democracy, Schumpeter menjelaskan kecenderungan perkembangan ekonomi kapitalis dan sosialis dan menghubungkanya dengan demokrasi. Ia berpendapat bahwa sosialisme adalah sistem ekonomi yang paling tepat untuk mewujudkan demokrasi yang seutuhnya. Pemikiran ini bisa saja dilatarbelakangi ketika menulis bukunya saat itu eropa dan amerika sedang mengalami krisis ekonomi dimana menjadi ujian yang berat bagi kapitalisme untuk bertahan. Schumpeter seolah mengamini pendapat Marx jika suatu saat kapitalisme akan runtuh karena menghadapi kontra internal. Baik kapitalisme dan sosialisme memiliki pemahaman yang masing-masing tentang demokrasi. Kapitalisme menekankan demokrasi pada sisi kebebasan sedangkan sosialisme menekankan demokrasi dari sisi kesetaraan. Dimana kedua pemahaman ini saling bertentangan dalam aplikasi nya jika ingin mengutamakan kebebasan maka kesetaraan dikesampingkan begitu pula sebaliknya.

Tentang Kapitalis

Kejatuhan kapitaslime,yang diperkirakan oleh Schumpeter dalam bukunya “Capitalism, Socialisme, and Democracy” dan tidak seperti dalam pandangan Marx, akan gagal bukan dari kegagalanya itu sendiri melainkan akan runtuh karna kesuksesanya yang dicapai capitalism yang dikaitkan oleh takdir dari elit dan entrepreneur. Sebagai contoh, sebuah perusahaan akan semakin besar dan tidak lagi memiliki nilai-nilai kemanusiaan, dan dalam skali besar tersebut, inovasi merupakan tanggung jawan dari pemimpin-pemimpin perusahaan tersebut.

Bahwasanya kapitalsm menurut Schumpeter nilai-nilai capitalism akan berubah secara gradual menuju socialsm ketika capitalism telah mencapai puncaknya ketikan mendapatkan keuntungan monopilis dari pasar, sehingga masyarakat secara tidak sadar akan menjauh dari nilai-nilai capitalism itu sendiri. Factor eksternal menurut Schumpeter memainkan peran penting dalam proses ini, yaitu kaum intelektual, yang pada dasarnya membenci socialsm harus membantu masyarakat kaum buruh untuk mengartikulasikan dan mendefisinisikanmaksud utnuk kesetaraan, sehingga menghasilkan pergerekan yang kolektiv.

 

 

Monopoli, Destruksi Kreativ, dan Evolusi Ekonomi

Pujian Schumpeter terhadap entrepreneur juga mewarnai pandangannya terhadap monopoli, dimana ia meminta maaf, juga terhadap ekonomika Keynesian, dimana dia sangat menentang. Dia melihat kekuatan monopoli sebagai insentif yang pas dan reward yang tepat bagi entrepreneur yang berinovasi, yang akan menikmati kekuatan tersebut hanya pada jangka waktu yang terbatas, hingga itu dipatahkan dan digantikan dalam rantai “creative destruction” oleh monopoli dari innovator lainnya.

Salah satu contoh utama dari pandangan luas Schumpeter mengenai proses ekonomi tertuang dalam konsepnya mengenai „creative destruction„ atau penghancuran kreatif. Dapat dengan mudah ditunjukkan bahwa konsep tersebut menyebar pada seluruh trilogy evolusi, tetapi dia pertama kali menunjukkan konsep ini secara eksplisit dalam bukunya Capitalism:

Poin penting untuk dimengerti saat menghadapi kapitalisme yaitu kita berhadapan dengan proses evolusioner…(hal itu merupakan proses) yang terus menerus merevolusi struktur ekonomi dari dalam (from within), senantiasa menghancurkan bagian lama, senantiasa menghasilkan bagian baru. Proses penghancuran kreatif merupakan fakta penting mengenai kapitalisme. Hal itu terkandung dalam kapitalisme dan harus dihadapi kapitalis yang ingin berlanjut (Schumpeter 1942, 82-83).

 

Kritik Terhadap Pemikiran Joseph A. Schumpeter

  1. Pemikiran Schumpeter yang menekankan terhadap demokrasi pada sisi prosedur, dimana Schumpeter sangat mengistimewakan pemilu diatas dimensi-dimensi lainya dalam demokrasi. Serta mengabaikan kemungkinan-kemungkinan yang dihasilkan dari pemilu banyak partai dalam menyisihkan hak sebagian masyarakat tertentu untuk bersaing memperebutkan kekuasaan. Serta adanya potensi untuk menjadi Demokrasi Semu.
  2. Kritik lainya mengenai demokrasi prosedur Schumpeter adalah bahwa sebuah proses demokrasi sebagai bagian dari mengelola kekuasaan harus ada prinsip “Balance and Control” yang dilakukan oleh struktur-struktur lain dalam demokrasi itu sendiri, seperti yang kita kenap sebagai konsep trias politica, dimana proses demokrasi tidak melulu soal bagaimana memperebutkan kekuasaan, tetapi ada proses perimbangan kekuasaan itu sendiri, sehingga dibutuhkan struktur lain seperti legislasi ataupun yudikatif.
  3. Keseluuhan teori Schumpeter dalam kapitalis didasarkan pada proses evolusi atau destruksi kreatif, tetapi dalam proses innovasi menurut Schumpeter dijalankan oleh inovator atau entrepreneur. Tetapi dalam perkembanganya inovasi telah dan sedang dijalankan oleh pemimpin-pemimpinin perusahaan dengan modal yang besar.

 

 

Kesimpulan

Meskipun ada banyak kritik terhadap pemikiran Schumpeter. Tetapi menurut pendapat penulis, pemikiran Schumpeter dan kritik terhadap pemikirannya merupakan sebuah milestone perjalan demokrasi yang memperlengkap system demokrasi itu sendiri menuju sebuah system yang matang, dan dalam perkembanganya, demokrasi dalam dijadikan sebuah system politik meskipun dalam prakteknya berbeda-beda pada setip negara, tetapi pandangan tentang demokrasi dan struktur didalamnyadapat menjadi system yang matang dibandingkan system politiknya lainya. Dan pemikiran Schumpeter tentang demokrasi procedural tersebut dapat dijadikan sebagai dasar dalam perkembangan demokrasi procedural saat ini.

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.